Kamis, 04 Oktober 2018

MENUMBUHKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK

REVIEW MATERI KELOMPOK 7

Definisi Fitrah Seksualitas
Adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa, bersikap dan bertindak sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Kenapa disebut Fitrah?
Karena merupakan anugerah dari Allah SWT dan telah terinstall dalam diri manusia sejak ia dilahirkan.

Definisi Pendidikan Seks
Adalah pengenalan fungsi seks dan organ-organ seksual untuk menjamin kesehatan dan fungsi seks yang normal.

Tujuan Pengenalan Fitrah Seksualitas pada Anak
1. Agar seksualitas anak tumbuh sehat dan benar
2. Anak paham tentang alat vital dan cara merawatnya
3. Anak paham siapa saja yang boleh menyentuh alat vital
4. Anak dapat informasi dari sumber terpercaya yaitu orang tua
5. Anak menghargai diri sendiri
6. Seimbang emosional dan rasional
7. Persiapan masa puber
8. Anak paham peran dan kewajiban saat dewasa

Tujuan Pendidikan Seks
1. Membantu anak mengetahui topik-topik biologis, seperti pertumbuhan, masa puber, kehamilan, dan menyusui.
2. Mengembangkan sikap objektif dan penuh pengertian tentang seks
3. Mempelajari organ reproduksi
4. Mencegah perilaku seks yang tidak aman
5. Mencegah penyerapan informasi yang tidak aman dan akurat
6. Mendorong hubungan sosial yang baik antarlawan jenis.
7. Membantu pemahaman tentang peran laki-laki dan perempuan dalam relasi suami-istri dan dalam pergaulan di masyarakat

Tahapan Fitrah Seksualitas pada Anak
⭐Usia 0 – 2 tahun : Anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada fase menyusui.
⭐Usia 3 – 6 tahun : Anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional, juga mampu membedakan laki-laki dan perempuan. Dan anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.
⭐Usia 7 – 10 tahun :  Anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, anak perempuan didekatkan dengan ibu. Agar anak memahami peran gender dan sosialnya.
⭐Usia 10 - 14 tahun : Anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Agar anak belajar memahami dan berempati langsung terhadap sosok pria dan wanita terdekatnya.
⭐Usia > 15 tahun : Anak sudah menjadi manusia dewasa dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Tahapan Perkembangan Seks pada Manusia
✨Usia 0 – 2 tahun : Fase Oral, yaitu bayi mendapatkan kenikmatan saat menyusui melalui puting ibunya dan cenderung menyukai memasukkan apapun ke mulutnya
✨Usia 2 – 4 tahun : Fase Anal, yaitu kesenangan seksual berada di daerah sekitar dubur atau anusnya. Rasa nikmat dirasakan melaui aktivitas yang menyangkut proses pembuangan
✨Usia 3 – 6 tahun : Fase Phallic, yaitu tahap dimana seorang anak yang sudah bisa mengidentifikasi kelaminnya. Anak mulai menunjukkan keinginan yang lebih besar terhadap perbedaan yang ada di antara laki-laki dan perempuan
✨Usia 6 – 10 tahun: Fase Talency yaitu tahap yang dicapai begitu anak memasuki usia remaja. Sering disebut juga dengan masa laten karena anak cenderung menekan seluruh keinginan erotisnya hinggga nanti mencapai usia pubertas. Pada tahap talency ketertarikan anak pada seksualitas biasanya akan dikalahkan dengan keingintahuannya yang lebih tinggi tentang hal-hal lain yang bersifat ilmiah dan sains. Namun demikian, ada juga anak-anak yang menunjukkan kenaikan rasa tertarik pada seks, yang ditandai dengan munculnya aktivitas rutin semacam masturbasi ataupun manipulasi genital. Anak akan merasakan nikmat ketika alat kelaminnya disentuh atau diraba. Pada masa ini anak pun mulai membandingkan alat kelamin miliknya dengan temannya yang lain. Pada masa ini anak mulai mengeksplorasi bagian-bagian tubuhnya secara menyeluruh. Namun orang tua atau pendidik sebaiknya mengalihkan perhatian anak ke hal lain untuk mencari sensasi yang lebih positif. Misalnya  dengan olah raga atau mengembangkan minat seninya.
✨Usia 10-15 : Fase Genital yaitu tahap akhir dari keseluruhan proses perkembangan seksual seorang anak. Masa ini menandai puncak perkembangan dan kematangan seksual anak dimana seluruh kesenangan seksual akan terpusat di daerah genetil atau kelamin.

Fitrah Seksualitas =X Pendidikan Seks, namun lebih dari itu,

Tujuan Utama Pendidikan Fitrah Seksualitas :
1. Anak mengerti identitas seksualnya. Anak bisa memahami dia itu laki-laki atau dia perempuan
2. Anak mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya. Anak bisa menempatkan diri sesuai peran seksualitasnya, bagaimana ia berfikir, merasa, bersikap dan bertindak seperti laki-laki atau perempuan
3. Mengajarkan anak untuk melindungi diri dari kejahatan seksual

Tugas Siapa?
👨 Ayah sebagai pemberi suplai maskulinitas
👩Ibu sebagai pemberi suplai feminitas
Anak laki-laki membutuhkan 75% suplai maskulinitas, 25% suplai feminitas
Anak perempuan membutuhkan  75% suplai feminitas , 25% suplai  maskulinitas

Mengapa Ayah Bunda Perlu untuk Terjun Langsung dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
Figur ayah ibu senantiasa harus hadir sejak lahir sampai aqil baligh. Sedangkan dalam proses pendidikan berbasis fitrah, mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.

Ayah dan Bunda memiliki peran sama besarnya dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas anak. Karena anak yang tidak mendapatkan sosok ayah atau ibunya, maka akan memunculkan penyimpangan-penyimpangan seksual di kemudian hari.
gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai kepada depresi. Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan dekat dan sebagainya.

Hal yang penting :
- Anak yang kehilangan sosok ayah atau ibunya, wajib mendapatkan sosok pengganti dari orang terdekatnya sampai aqil baligh.
- Pengembangan Fitrah Seksualitas harus diimbangi dengan fitrah lainnya, seperti Fitrah Keimanan, Fitrah Bakat, Fitrah Belajar, dan Fitrah Perkembangan

Tantangan
1.Tantangan dalam keluarga:  peran orangtua yang lemah dalam mendidik anak.

2. Tantangan luar keluarga:
• Dukungan kepada perilaku seksual menyimpang seperti LGBT
• Budaya masyarakat berpakaian minim
• Tontonan/bacaan/games yang tidak mendidik bahkan cenderung mengarah kepada pornografi.

Solusinya
☘Jalin kedekatan dengan anak sedari dini
☘Perkuat tujuan kita dalam pengasuhan anak
☘Tidak menganggap tabu komunikasi perihal seksual kepada anak
☘Bangun komunikasi produktif dengan anak
☘Tanamkan keimanan pada anak
☘Pilihkan lingkungan dan teman yang sehat untuk anak

Tips Mencegah Kejahatan Seksual pada Anak
🍂Edukasi seksual sejak dini. Dengan penggunaaan kata-kata dan cara menyampaikannya dengan cara yang bisa diterima dan diingat oleh anak.
🍂Komunikasi
Komunikasi adalah salah satu kunci utama untuk meningkatkan keharmonisan keluarga, dengan membangun suasana yang hangat dan nyaman, supaya anak-anak akan merasa aman dan bebas bicara.
🍂Jadilah sahabat anak
Orangtua harus bisa menjadi sahabat anak. Dengan demikian, anak merasa bebas bercerita apa saja dan kapan saja pada Anda. Memiliki orangtua yang akrab dan terbuka, anak akan merasa memiliki teman terbaik yang bisa membuat mereka tidak merasa sendiri.
🍂Gunakan istilah sebenarnya Ketika Anda mengajari anak, “Ini namanya hidung, yang ini kaki”, perkenalkan juga alat kelamin dengan istilah asli. Biasakan menyebut ‘penis’ untuk anak laki-laki dan ‘vagina’ untuk anak perempuan –tidak ada bedanya dengan menyebut organ tubuh lain. Pembiasaan menggunakan istilah asli adalah langkah pertama pendidikan seks anak. Ketika jika suatu waktu anak mengalami kejahatan seksual, ia bisa mengomunikasikannya dengan bahasa yang dipahami orang lain.
🍂Ajarkan konsep privasi Beritahu anak bahwa tidak semua orang boleh melihat, apalagi menyentuh alat kelaminnya. Ajarkan padanya siapa saja yang boleh, dan dalam situasi apa. Misalnya, boleh oleh dokter saat memeriksa, atau pengasuh saat memandikan. Anda pun harus mendukung anak dalam menjaga privasinya, misalnya dengan tidak menelanjangkan anak di tempat umum ketika berganti baju di pinggir kolam renang atau pantai, misalnya. Biasakan mengajak anak mengganti bajunya di ruang tertutup, meski untuk itu Anda mungkin akan lebih repot. Hindari pula mengunggah foto anak tanpa busana di situs jejaring sosial. Anda tidak pernah tahu akan adanya ancaman predator yang bergerilya di dunia maya.
🍂Bedakan jenis sentuhan Ajarkan pada anak mengenai sentuhan di tubuhnya. Ada tiga jenis sentuhan yang perlu anak ketahui:
1. Sentuhan baik dan boleh, yaitu sentuhan dari orang lain menggunakan tangan yang dilakukan di bagian tubuh di atas bahu dan di bawah lutut, yang merupakan sentuhan karena kasih sayang, seperti membelai kepala dan mencubit pipi.
2. Sentuhan harus waspada, karena membingungkan untuk menilainya sebagai bermaksud sayang atau napsu, yang merupakan sentuhan di bawah bahu hingga atas lutut tubuh anak.
3. Sentuhan jelek dan terlarang, yaitu orang lain menyentuh bagian tubuh yang tertutup pakaian renang. Bila ada yang melakukan sentuhan di area ini, anak harus berani menolak dan berkata tegas, misalnya dengan bilang, “Jangan begitu!”
🍂Hargai pendapat anak Saat anak tidak mau bersalaman dengan teman Anda yang baru dikenalnya, biarkan saja. Tidak perlu dibujuk terus-terusan, apalagi langsung dimarahi, agar ia berubah pikiran. Hargai kemampuan anak untuk bilang tidak. Kemampuan ini merupakan latihan, akan ada momen-momen di kemudian hari saat mereka harus berani berkata “Tidak!” –termasuk saat merasa terganggu jika ada yang menyentuhnya.
🍂Percaya naluri Anda Jika seseorang membuat Anda tidak nyaman, itu adalah alasan yang cukup untuk menjaga anak menjauhinya. Saat Anda merasa ragu saat akan menitipkan anak pada seseorang, bahkan pada teman Anda, jangan lakukan. Tak jarang naluri ibu memang bisa ‘mengendus’ sesuatu yang tidak benar, bukan?
🍂Pisahkah tidur Pisahkah tidur kakak dan adik terutama jika berbeda jenis kelamin. Semakin dini dilakukan, semakin baik. Saat tidur, tersingkapnya pakaian sangat mungkin terjadi, dan hal tersebut bisa menimbulkan hasrat seksual, sekalipun dengan saudara kandung.
🍂Wajib waspada Wajib waspada terhadap orang dewasa yang mencoba menghabiskan waktu hanya berdua dengan anak, bahkan jika orang tersebut Anda kenal. Menurut riset di Assosiasi Psikolog Amerika Serikat, 90% dari kasus pelecehan seksual yang terungkap, ternyata pelakunya merupakan orang yang dikenal korban. Bahkan, 30% di antaranya masih memiliki hubungan keluarga! Hanya 10% pelaku yang betul-betul orang asing bagi korban.

Referensi :
Santosa, Harry, 2016. Fitrah Based Education, Bekasi: Yayasan Cahaya Mutiara Timur
https://majalahayah.com/fitrah-seksualitas/
http://www.pradikto.com/2016/10/pendidikan-seks-berdasarkan-usia.html
http://www.jejakpendidikan.com/2016/11/tujuan-pendidikan-seks.html
https://majalahayah.com/fitrah-seksualitas/
http://sayangianak.com/ini-cara-memberikan-pendidikan-seksual-pada-anak-sesuai-tahap-perkembangannyaseksualitas/
http://sayangianak.com/ini-cara-memberikan-pendidikan-seksual-pada-anak-sesuai-tahap-perkembangannya/
http://sayangianak.com/tips-mencegah-kejahatan-seksual-pada-anak/

KURIKULUM PENDIDIKAN SEKSUALITAS DALAM QUR'AN DAN HADITS

Review Materi  Kelompok 6 Bunsay Mr. Jatsela

Pelajaran dari Istri Imran
Maka tatkala isteri `Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” Qs.3:36

*Perbedaan Melaksanakan Aqiqah*
Anjuran Rasulullah SAW
َنْ يُعَقَّ عَنِ الغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الجَارِيَةِ شَاةٌ.
“Hendaklah melakukan aqiqah untuk bayi laki-laki dengan menyembelih dua ekor kambing yang memadai, dan aqiqah bayi perempuan dengan seekor kambing” H.R. Ahmad Abu Daud dan Tirmidzi[1]
Aqiqah merupakan suatu tradisi yang dilakukan untuk merayakan kelahiran atas bayi baik bayi perempuan ataupun bayi laki-laki.
Waktu aqiqah untuk anak perempuan sama dengan anak laki-laki yakni pada saat bayi berusia 7, 14 atau 21 hari setelah bayi dilahirkan

*Perbedaan Fiqih Sholat*
💡Bersuci
Suci dari Hadas dan Najis. Hadats ada yang mewajibkan wudlu dan ada pula yang mewajibkan mandi jinabat.
➡ Wajib Wudhu
+ Keluar kotoran dari anus dan/atau dari kelamin
+ Laki-laki keluar madzi
+ Wanita mengeluarkan wadzi
➡Wajib Mandi Jinabat
+ Keluar Mani
+ Keluar Darah Haid
+ Jima’
+ Nifas

💡Menutup Aurat
Aurat adalah suatu anggota badan yang tidak boleh ditampakkan dan diperlihatkan oleh laki-laki atau perempuan kepada orang lain
➡Aurat Dalam Pandangan
✅Aurat laki-laki dengan sesamanya
Yang termasuk aurat adalah diantara pusar dan lutut.
“Tutupilah pahamu, sesungguhnya paha itu termasuk aurat. H.R. al-Bayhaqi.[2].
✅Aurat perempuan dengan sesamanya
Sama halnya dengan laki-laki, harus menutupi apa yang ada antara pusar dan lutut. 
✅Aurat perempuan dengan laki-laki yang bukan mahramnya
Auratnya adalah selain wajah, tangan, dan punggung kaki. Selain dari semua itu adalah aurat yang tidak halal untuk di lihat
➡Batasan Aurat
✅Batas Aurat Laki-laki
+ Tidak terlalu tipis dan ketat hingga tak menampakkan bentuk aurat
+ Menutup aurat antara pusar sampai 2 lutut
+ Pakaian tidak menyerupai perempuan
✅Batas Aurat Perempuan
+ Menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan
+ Hijab menutupi hingga dada
+ Pakaian tebal dan longgar hingga tidak menunjukkan kekuk tubuh
+ Tidak menyerupai laki-laki
+ Memakai kaos kaki atau stoking
➡Pendidikan seks untuk anak
✅0-2 Thn
+ Tidak mengumbar aurat anak di sembarang tempat.
+ Jaga aurat orang tua dari pandangan anak.
+ Tidak melakukan hubungan seksual di depan anak
✅2-7 Thn
+ Mengenalkan Anggota tubuh termasuk area vital
+ Menjelaskan bahwa aurat tidak boleh ditampakkan/disentuh orang lain
+ Mengenalkan rasa malu
✅7-10 Thn
+ Diajarkan etika meminta ijin untuk masuk ke kemar orang tua atau orang lain
+ Diajarkan etika melihat lawan jenis.
+ Dipisahkan tempat tidurnya
✅10-14 Thn
Dijauhkan dari segala hal yang mengarah kepada seks
✅14-16 Thn
Diajarkan tentang etika berhubungan badan, ketika ia sudah siap untuk menikah
✅> 16 Thn
Diajarkan tentang cara-cara menjaga kehormatan dan menahan diri ketika ia belum mampu menikah

💡Sholat
Perbedaan Laki-laki dan Wanita dalam Shalat
Ali bin Abi Thalib RA berkata : “Apabila wanita muslimah mengerjakan shalat, maka hendaklah duduk diatas lutut dan merapatkan pahanya”
Ibnu Umar RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah memerintahkan wanita muslimah untuk duduk bersilang kakinya dalam shalat.

*Hukum Berhias*
✅Diperbolehkan Memakai Pakaian Sutra Bagi Wanita
✅Tidak Diperbolehkan Memakai Wewangian yang Tercium Aroma oleh Orang Lain
✅Tidak Diperbolehkan Memakai Pakaian Tipis
Perintah untuk Berhijab Bagi Wanita
✅Dan beberarap syariat lainnya

*Hukum Birrul Walidain*
✅Tetap Berbakti Terhadap Orang Tua
✅Membantu Kehidupan Orang Tua
✅Bersilahturahmi dan Menjalin Komunikasi
✅Tidak Menyulitkan atau Menggantungkan Diri Pada Orang Tua
✅Melayani Orang Tua di Masa Renta

*Hukum Wasiat*
➡Dalam haji wada’ diantara kandungan khotbah yang disampaikan Rasulullah adalah:
“…Ingatlah, hendaklah kalian memberi wasiat kepada kaum wanita dengan kebaikan.”
➡Makna Hukum Wasiat :
+ Melarang lelaki bersifat tamak dan rakus terhadap istrinya, atau menjadi beban dan tanggungan bagi istrinya
+ Perempuan menyisakan setengah bagian dari harta warisan untuk saudaranya, secara tidak langsung membantu pembinaan masyarakat yang harmonis

*Referensi*
✅http://saifuddinasm.com/2012/09/29/02-pendidikan-seks-sejak-dini/
✅Ulwan, Abdullah Nashih. 2017. Tarbiyatul Aulad Fil Islam (Pendidikan Anak Dalam) Islam. Sukoharjo. Insan Kamil Solo
✅https://www.balqisaqiqah.com/syarat-dan-ketentuan-aqiqah-untuk-anak-perempuan-sesuai-syariat-islam/
https://dalamislam.com/hukum-islam/kewajiban-anak-perempuan-terhadap-orang-tua-setelah-menikah
✅Fiqih Wanita, 1998, Muhammad Uwaidah, Syaikh Kamil Muhammad, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK "TUBUHKU ADALAH MILIKKU"

,Review Materi Kelompok 5

Fitrah seksualitas anak perlu dibangkitkan agar anak mengenal konsep diri dan perannya sesuai dengan gendernya baik dalam keluarga maupun masyarakat. Tempat yang paling tepat menumbuhkannya adalah keluarga. Fitrah seksualitas ditumbuhkan sejak anak lahir hingga menjelang Akil baliq (0-14 th). Orang tua (Ayah ibu)  mempunyai peran penting dalam menumbuhkan, merawat, membangkitkan fitrah seksualitas anak,  sehingga sosoknya harus digantikan jika telah tiada.

Tantangan yang dihadapi dalam membangkitkan fitrah seksualitas anak bisa berasal dari faktor internal keluarga, seperti:
⚪Pola asuh, Ibu  Elly Risman menyampaikan bahwa pembentukan kepribadian seseorang 20% ditentukan Oleg sifat yang diturunkan Dan 80% adalah pola asuh. Pola asuh yang tidak tepat akan mengakibatkan sexual and gender confuse bahkan disorientasi sensual.
⚪Role  model,  yang perlu diperhatikan apakah anak sudah merasakan diferensiasi seksualitas dalam bentuk teladan dari kedua orang tuanya. Sudahkah anak melihat perbedaan signifikan dari Ayah ibu tentang sikap, peran dan tugas dalam kehidupan.
⚪Paradigma Orang Tua, paradigma menentukan pola asuh orang tua.  Jika orang tua menganggap seksualitas sebagai hal yang tabu untuk dijelaskan pada anak maka akan mencegah stimulus untuk membangkitkan fitrah seksualitas. Demikian juga halnya dengan paradigma yang menganggap laki-laki dan perempuan itu setar sehingga tidak ada pembeda signifikan diantara keduanya.

Sedangkan faktor eksternal,  seperti:
⚪pandangan masyarakat yang menganggap sebagai hal tabu, aneh menghalangi stimulasi fitrah seksualitas.
⚪kebijaksanaan pemerintah, "pengarusutamaan gender (PUG)", pemberian hak atas layanan/anggaran yang sama antara laki-laki dan perempuan, orang dewasa dan anak-anak,  masyarakat ekonomi rendah dan tinggi

Menghadapi tantangan tersebut maka seharusnya:
👍 Orang tua perperan aktif dalam tumbuh kembang ana.
👍 Dibutuhkan kelekatan emosi antara orangtua dan anak.
👍 Mempunyai tujuan pengasuhan yang jelas.
👍 Mengajarkan adab kepada anak
👍 Mengajarkan batasan aurat
👍 pendidikan agama
👍 Komunikasi produktif anak dan orang tua
👍 Membangkitkan fitrah seksualitas anak sesuai tahapan usianya.

Rabu, 03 Oktober 2018

MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUAL ANAK

Day 4 Game 11
Review Materi Kelompok 4

Pada bahasan ini kelompok 4 lebih menekankan pada kekerasan seksual pada anak.
Tentang Fitrah Seksualitas, karena sudah dibahas dan saya review sebelumnya, jadi   saya skip saja (baca review-review sebelumnya) . Langsung pada kekerasan seksual.

Kejahatan seksual pada anak menjadi masalah berbagai negara. Prevelansi kasus kejahatan seksual anak sulit diidentifikasikan karena seringnya tidak Ada pelaporan. Beberapa pakar meyakini bahwa kasus ini lebih besar terjadinya dari yang dilaporkan masyarakat. Fenomena ini bak gunung es, jauh didasarnya masih banyak kasus yang tidak terungkap.

Pengertian Kejahatan Seksual
Bentuk penyiksaan kepada anak dimana orang dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan anak untuk rangsangan sensual.

Bentuk Kejahatan Seksual
1. Sexsual Molestation (penganiayaan)
2. Sexsual Assault (pemerkosaan)
3. Forcible Rape (pemerkosaan secara paksa)

Faktor Penyebab
1. Pornografi
2. Anak-anak jarang diajarkan bagian-bagian tubuh mana yang tidak boleh sembarangan disentu orang lain sehingga tidak dapat membedakan mana sentuhan yang aman dan tidak
3. Mengingat pelaku kejahatan seksual seringkali orang terdekat, membuat anak sulit menentukan batasan tersebut.

Dampak dari kejahatan seksual ini akan mempengaruhi sikap, cara pandang, orientasi seksual dan perilaku amoral. Karena itu untuk menghindari kejahatan seksual lakukan:
1. Ajarkan anak tentang anatomi tubuhnya.
2. Ajarkan anak batasan dan cara bereaksi jika ada yang melanggar batasannya.
3. Ajarkan anak berkata tidak.
4. Membangun komunikasi terbuka dengan anak dan ajarkan anak mempercayai perasaannya.
5. Selalu dampingi anak dalam setiap kehidupannya. 
6. Genapkan ikhtiar kita dengan doa.

"Mengajarkan batasan secara jelas dan bagaiman merespon jika batasan itu dilewati menjadi kunci penting untuk memutus kejahatan seksual"

🚻 MEMPERSIAPKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK PADA USIA PRE AQIL BALIGH 🚻

Day 3 Game 11
Review Materi Kelompok 3

👬Fitrah Seksualitas dan Cinta👭

Setiap anak dilahirkan dengan jenis kelamin lelaki dan perempuan. Bagi manusia, jenis kelamin ini akan berkembang menjadi peran seksualitasnya. Bagi anak perempuan akan menjadi peran keperempuanan dan kebundaan, bagi anak lelaki menjadi peran kelelakian dan keayahan. Fitrah seksualitas yang sempurna akan melahirkan laki-laki dan perempuan yang tumbuh sesuai fitrahnya dan memiliki akhlak yang baik terhadap pasangan dan keluarganya.

🌵Tantangan dalam menumbuhkan fitrah seksualitas🌵

Tantangan yang mucul pada era millenial ini adalah adanya kesenjangan yang panjang, ketika anak-anak kita secara fisik sudah mencapai usia "aqil baligh" pada usia 14-15 tahun, namun secara finansial dan sosial baru "mandiri" pada usia 25 tahun bahkan lebih. Maka muncullah istilah remaja, yang menggambarkan anak-anak yang telah matang secara biologis tapi belum matang secara psikologis, emosional, rasional, sosial dan finansial. Kesenjangan ini jugalah yang kemudian menyebabkan penyakit kejiwaan dan penyakit sosial yang melanda kehidupan para remaja, seperti pola hidup konsumtif, pergaulan bebas, narkoba, kelainan seksual, dan sebagainya.

📃Bagaimana Solusinya?📃

Pentingnya penguatan fitrah seksual di tahap Pre Aqil Baligh pada usia 0-14 tahun.

👬Apa itu Aqil Baligh?👭

Aqil adalah kedewasaan psikologis, emosional, rasional, sosial dan finansial.
Indikatornya:
- Mampu memecahkan masalah
- Mampu mengambil keputusan dan resiko
- Bertanggung jawab dan mandiri
- Mampu mencari nafkah (laki-laki)
- Mampu memikul beban kehidupan

Baligh adalah Kedewasaan Biologi
Cirinya:
1. Anak laki-laki mengalami mimpi basah
2. Anak perempuan mengalami menstruasi
3. Biasanya terjadi pada rentang usia 11-14 tahun

Tahap Pendidikan fitrah seksualitas pada usia 0-14 tahun

1⃣ 0-2 tahun
Anak didekatkan dengan ibunya melalui ASI. Kalaupun tidak bisa menyusui, anak difasilitasi untuk bisa “bermain” di sekitar dada ibunya, bisa dengan sering dipeluk, didekap, digendong, dll.

2⃣. 3-6 tahun
Penguatan konsep gender. Anak harus dekat dengan kedua orangtuanya. Sering main dan ngobrol bareng, mulai dikenalkan perbedaan pakaian laki-laki dan perempuan, mulai dikenalkan konsep malu.

3⃣ 7-10 tahun (Pre Aqil Baligh 1)
Dekatkan anak perempuan dengan ibu dan dekatkan anak laki-laki dengan ayah, agar anak memahami peran gender dan sosialnya. Anak mulai dibiasakan menutup auratnya.

4⃣ 11-14 tahun (Pre Aqil Baligh 2)
Dekatkan anak perempuan dengan Ayahnya dan anak laki-laki dengan ibunya, agar anak dapat belajar memahami dan berempati secara langsung terhadap sosok pria maupun wanita terdekatnya.

🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅

*Tanggung Jawab Pendidikan Seks*
-----------------------------------------
Dibagi menjadi beberapa fase, yaitu:
1⃣Usia antara 7 – 10 tahun, dinamakan kanak-kanak usia akhir (tamyiz), diajarkan etika meminta izin untuk masuk ke kamar orang tua dan orang lain serta etika melihat lawan jenis.

2⃣Usia antara 10 – 14 tahun (usia remaja), anak dijauhkan dari hal yang mengarah kepada seks

3⃣Usia antara 14 – 16 tahun (baligh), anak diajarkan tentang etika berhubungan badan ketika ia sudah siap untuk menikah

4⃣Usia setelah baligh dinamakan usia pemudi/pemuda, diajarkan tentang cara-cara menjaga kehormatan dan menahan diri ketika ia belum mampu untuk menikah

Pada fase pre aqil baligh 2, anak juga mulai diajarkan tentang :
1. Anak laki-laki tentang mimpi basah, fungsi sperma dan cara mandi wajib. Anak perempuan tentang menstruasi, cara membersihkannya, cara mandi wajib, fungsi rahim dan indung telur

2. Mengajarkan untuk menundukkan pandangan

3. Diajarkan tentang aurat
Laki-laki, antara pusar sampai lutut
Perempuan seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan.

4. Dikenalkan konsep mahram. Setiap perempuan yang haram dinikahi selamanya oleh seorang laki-laki, maka perempuan itu adalah mahramnya. Dan setiap laki-laki yang haram bagi seorang perempuan untuk menikah dengannya selamanya, maka laki-laki itu merupakan mahramnya.

5. Mengenalkan konsep Tauhid pada Allah agar bisa menjaga mereka dari berbuat dosa.

6. Anak diajarkan beberapa adab yang berhubungan dengan lawan jenis, seperti:

🔅 Meminta izin sebelum masuk kamar orang lain dan orang tua pada waktu sebelum fajar, tengah hari dan setelah isya.

🔅 Memisahkan kamar anak laki-laki dan anak perempuan

🌷Etika melihat mahram.
Laki-laki boleh melihat kepada mahram perempuannya sebatas yang menjadi kebiasaan untuk dilihat (leher, kepala, kedua telapak tangan, kedua kaki, dst). Ia tetap tidak boleh melihat yang biasanya tertutup (dada, punggung, perut, dst).

🌷Etika Melihat Perempuan yang Bukan Mahram
Tidak diperbolehkan walaupun tanpa syahwat.

🌷 Etika laki-laki melihat laki-laki
Tidak boleh melihat auratnya. Adapaun anggota tubuh yang lain, seperti perut, punggung, dada dan lainnya boleh asalkan tanpa syahwat.

🌷Etika perempuan melihat perempuan
Seorang perempuan tidak boleh melihat bagian di antara pusar sampai lutut perempuan lainnya, baik yang dilihat itu dekat maupun jauh, muslimah maupun bukan.

🌷Etika perempuan non muslimah melihat perempuan yang muslimah
Seorang perempuan muslimah diharamkan untuk memperlihatkan sedikit pun dari bagian tubuhnya kepada perempuan non muslimah, kecuali anggota badannya yang digunakan untuk memberikan bantuan, pelayanan atau bekerja.

🌷Etika melihat anak remaja berparas tampan (al-amrad)
Hukumnya boleh jika ada alasan mendesak, seperti jual beli, mengambil dan memberi, mengobati, mengajar serta keperluan yang semacamnya. Sedangkan melihat untuk menikmatinya maka hukumnya haram karena itu bisa mendorong munculnya syahwat dan mengarah ke fitnah.

🌷Etika perempuan melihat laki-laki yang bukan mahramnya
Boleh jika mereka sedang berpapasan di jalan, bermain permainan yang tidak diharamkan, berinteraksi dalam jual beli, dan kesempatan lainnya.

🌷Etika melihat aurat anak kecil
Anak kecil baik laki-laki maupun perempuan tidak memiliki aurat jika ia masih berusia kurang dari 4 tahun. Namun, jika ia sudah berusia lebih dari 4 tahun, maka auratnya adalah kemaluan dan pantatnya, serta bagian tubuh di sekitarnya.

Allah SWT telah menginstalkan fitrah ke dalam diri setiap anak yang lahir. Maka tugas orang tua hanyalah mengaktivasikannya sesuai dengan keunikan dan peran spesifik setiap anak dengan penuh cinta (Inside Out bukan Outside In).

Fitrah itu tidak bisa digegas, dan tidak berlaku LEBIH CEPAT LEBIH BAIK. Karena fitrah memerlukan tahapan dan waktu yang tepat dalam menumbuhkannya.

Bukan sekolah, tapi rumahlah tempat terbaik mendidik fitrah anak agar mampu mencapai aqil dan baligh bersamaan.

Tdk pernah ada anak salah gaul, yg ada salah asuh.

Fitrah yang tumbuh indah ibarat ikan hidup di laut, bertahun2 berenang di laut tak menjadi asin. Fitrah yg tak tumbuh ibarat ikan mati, cukup beberapa hari direndam di air asin untuk menjadi ikan asin.

(Harry Santosa - _Fitrah Based Education_)

📚Sumber Pustaka:
--------------------
- Santosa, Harry. 2017. Fitrah Based Education. Yayasan Cahaya Mutiara Timur
- 'Ulwan, Abdullah Nashih. 2017. Tarbiyatul Aulad Fil Islam (Pendidikan Anak Dalam Islam). Sukoharjo: Insan Kamil Solo

📹 Media Edukasi:
-----------------------
https://www.youtube.com/watch?v=noWSRrtAh9U

MENGENAL DAN MENUMBUHKAN FITRAH SEKSUALITAS MELALUI LATIHAN PEKERJAAN RUMAH ,

Day 2 Game 11

REVIEW MATERI KELOMPOK 2

Membahas membangkitkan fitrah seksualitas melalui latihan pekerjaan rumah sesuai gender.
Karena itu bekal pertama adalah mengerti pembagian seks/ jenis kelamin, diharapkan bisa mengenal pembagian peran dalam keluarga dan masyarakat

Pernahkah bercermin pada diri sendiri, kapan naluri “merawat” hadir dalam diri kita? Mungkin banyak yang akan menjawab, saat sudah menikah dan punya anak.

Secara naluriah,  wanita memiliki kepekaan dalam merawat.  Namun, apakah ‘kodrat’ ini dijaga saat kita tumbuh?

Disinilah pentingnya pembagian tugas/peran sesuai Gender.

Mengapa?

Karena ALLAH sudah memberikan fitrah PERAN pada masing-masing kita.

Ayah:

-Penanggung jawab pendidikan
-Man of vision and mission
-Sang ego dan individualitas
-Pembangun sistem berpikir
-Supplier maskulinitas
-Penegak profesionalisme
-Konsultan pendidikan
-The person of ‘tega’

Ibu :

-Pelaksana harian pendidikan
-Person of love and sincerity
-Sang harmoni dan sinergo
-Pemilik moralitas dan nurani
-Supplier feminimitas
-Pembangun hati dan rasa
-Berbasis pengorbanan
-Sang ‘pembasuh luka’

Untuk menumbuhkan fitrah seksualitas dan fitrah peran yang tidak sama tersebut, diperlukan kedekatan yang berbeda pada setiap tahap usia.

Usia anak 0-2 tahun:

Laki-laki dan Perempuan: didekatkan dengan Ibu, adanya proses menyusu dan membangun kelekatan emosi. Transfer awal nilai keimanan, ketauhidan.

Usia anak 3-6 tahun:

Laki-laki dan Perempuan: didekatkan dengan Ayah-Ibu, agar memiliki keseimbangan emosi dan rasional. Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan. Secara alamiah juga akan paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, berpakaian, berpikir dan bertindak sebagai laki-laki atau perempuan.

Pengenalan pekerjaan/kegiatan rumah : semua pekerjaan dan kegiatan, bisa melalui buku teks, ikut melibatkan anak sehari-hari. Mengawal dan memastikan identitas seksualitas sejak usia 3 tahun.

Usia anak 7-10 tahun:

Adalah masa dimana anak-anak memasuki tahap mempelajari ‘bagaimana dunia bekerja”

- Laki-laki : didekatkan dengan Ayahnya.

Ego sentris mereda à sosio sentris.

Tanggungjawab moral: peran sosial sudah berjalan ----sholat berjamaah, bermain dg ayah, peran keayahan lainnya dalam masyarakat.

Menjelang masa pengenalan pra-baligh. Berhubungan dengan dimensi biologis, menjelaskan tentang tata cara mandi wajib, konsekuensi memiliki sperma.

- Perempuan: didekatkan dengan Ibunya, agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit.

Menjelang masa pengenalan pra-baligh. Perlu pendekatan dimensi biologis tentang alat reproduksi wanita. Cara bersuci dari haid dan konsekuensi memiliki rahim.

Pada usia ini bisa dilatih tugas spesifik pada anak.

Contoh kegiatan yang diharapkan mendekatkan anak pada fitrah seksualitasnya:

pada anak laki-laki :
· mengajak adik bermain
· berlatih menjadi korlap sholat berjamaah di rumah
· ikut mengecek kondisi rumah sebelum tidur
· lebih banyak bermain bersama Ayah

pada anak perempuan :
· ikut merawat Adik: menyuapi, memandikan, mengantar ke kamar mandi
· merawat hewan peliharaan
· memlihara tanaman
· masak untuk keluarga
· belajar menjahit dan pekerjaan detail lainnya

Tentu saja, kita harus mengikuti kaidah tahapan latihan yang harus dilalui oleh anak, sesuai usia dan tingkat penguasaan.

Secara umum, 3 keahlian yang harus dikuasai oleh anak-anak:

1.       Keahlian individual
2.       Keahlian berkeluarga
3.       Keahlian komunal/ komunitas

Jika telah selesai dengan keahlian individual, bisa dilanjutkan dengan keahlian berkeluarga. Jika telah tuntas dengan keahlian berkeluarga, bisa dilanjutkan dengan keahlian komunal/komunitas.

Pada kesimpulannya, melatih beberapa pekerjaan rumah kepada anak diharapkan bisa mendekatkan mereka pada jati diri seksualitas yang sesuai dengan kodrat mereka.

Fitrah seksualitas yang tumbuh paripurna kelak diharapkan akan menghantarkan mereka pada peran Ayah sejati dan Ibu sejati.

Sumber bacaan :

Harry Santosa, 2015, Fitrah Based Education

PKBI DI Yogyakarta, Pengertian Seks dan Seksualitas

FITRAH SEKSUALITAS - DAY 1 GAME 11

Review dari materi yang disajikan kelompok 1 membahas tentang Fitrah Seksualitas.

Apa Fitrah Seksualitas?
Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia, fitrah berarti sifat asal, kesucian, pembawaan.  Sedangkan seksualitas adalah ciri, sifat, atau peranan sek.
Menurut Harry Santoso, Fitrah Seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang bersikap, berpikir, merasa sesuai fitrahnya sebagai seorang lelaki sejati atau perempuan sejati.

Fase Seksualitas
Secara umum fase seksualitas anak dibagi menjadi:
1. Fase Oral (0-2 tahun), nikmat ketika menghisap ember susu ibunya.
2. Fase Anal (2-4 tahun), merasa nikmat ketika mengeluarkan fases dari anus.
3. Fase Phallic (4-7 tahun), anak mulai memegang alat kelamin.
4. Fase Genital (8-12 tahun),  mulai tertarik dengan lawan jenis.

Tahapan Pendidikan Seksualitas Pada Anak
1. Usia 1-5 tahun, kenalkan anggota tubuh secara detail.
2. Usia 5-10 tahun, jawab pertanyaan anak  dengan benar.
3. Usia 10-12 tahun, kenalkan anak tentang haid, mimpi basah dan perubahan fisik.

Pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas pada anak
Kurangnya pengetahuan seksual pada anak akan memicu keingintahuan berlebih terutama jika anak itu menginjak remaja dimana mereka sangat rentan dengan informasi yang salah tentang seksualitas. Karena itu diperlukan peran kedekatan orang tua:
⚪Usia 0-2 tahun, sesuai dengan kebutuhannya untuk menyusu maka anak didekatkan dengan ibunya.
⚪Usia 3-6 tahun, anak didekatkan secara seimbang dengan ayah ibunya, jika tidak akan memicu potensi homoseksual dan penyimpangan seksual lainnya.
⚪Usia 7-10 tahun, laki-laki didekatkan pada ayahnya. Perempuan didekatkan pada Ibunya. Jika tidak, potensi homoseksual dan penyimpangan seksual lainnya akan menguat.
⚪Usia 10-14 tahun, laki-laki didekatkan pada ibu agar kelak tidak menjadi suami yang egois dan kasar.  Sedangkan perempuan pada Ayah sehingga ia tidak akan mudah menyerahkan kehormatannya pada laki-laki yang dianggap mampu menggantikan sosok ayahnya.

Untuk membangkitkan fitrah seksualitas anak diperlukan kesadaran orang tua untuk belajar lebih dalam tentang fitrah seksualitas. Orang tua seharusnya tidak lagi menganggap tabu membahas fitrah seksualitas,  sehingga dapat dengan tepat menerapkannya sesuai dengan fase perkembangan seksualitas anak.