Tampilkan postingan dengan label ibuprofesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibuprofesional. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2020

MY HEXA HOUSE

Pertama masuk kota ini "Hexagon City" sudah dibuat terkagum-kagum dengan konsep kotanya. Tak terbayangkan kejutan apa lagi yang akan datang. Setelah menerima ID card sebagai tanda telah resmi menjadi Hexagonia, sebutan bagi warga Hexagon City. Kini para Hexagonia diberikan sebidang tanah untuk membangun rumah sesuai dengan passion masing-masing. Dan inilah rumah saya. Terletak di Cluster Memasak, Co housing 10. Rumah ini sengaja dibuat lebih terbuka tanpa sekat dinding kecuali untuk area privat yang terdiri dari kamar tidur, ruang kerja dan kamar mandi. Dapur terletak dibagian tengah dengan konsep minibar, yang bisa terlihat dari ruang tamu, ruang keluarga dan arena bermain. Dapur ini akan menjadi pusat kegiatan saya mengembangkan passion memasak. Sengaja dapur diletakkan ditengah sekaligus sebagai tempat berkumpul dan mempermudah melakukan aktivitas memasak setiap saat mengingat semua hoby makan. Rumah ini juga dilengkapi dengan area terbuka sebagai taman dan tempat bercocok tanam sayur mayur. Membayangkan memasak hasil kebun sendiri rasanya menyenangkan sekali.

Selasa, 16 Juni 2020

CHECK IN

Check in ternyata tidak hanya di hotel atau bandara ya. Ternyata di tahap mentoring ini juga ada "Check in". Tujuannya agar mentor dan mentee bisa saling mengetahui apakah mentoring yang dijalankan sudah sesuai dengan harapan masing-masing.
Alhamdulillah, 3 mentee saya merasa mentoring selama ini sudah sesuai dengan tujuan mereka.

Begitu pula dengan cara mentoringnya. Mentee 1, selama ini memilih untuk praktek langsung setiap tahapan akuntansi.
Mentee 2, memilih untuk tanya jawab saja sesuai permasalahannya.
Mentee 3, memilih untuk membuat catatan sederhana saja untuk usaha palugadanya.

Alhamdulillah, kami menjalani peran sebagai mentor dan mentee dengan bahagia.

Maaf no pict screenshoot hasil check in. Biar jadi privasi kami saja ya 😊.

Kamis, 26 Maret 2020

TANTANGAN 30 HARI: MENGELOLA MARAH (DAY 3)

Masih lanjut berusaha menerapkan selfcare sebelum berjibaku dengan tugas domestik.
Meskipun masih hitungan hari tetapi mulai merasakan perbedaannya. Semua menjadi lebih tenang.

Bahkan ketika anak-anak kembali memperebutkan sesuatu dan bertengkar. Saya memilih tidak turun langsung. Menyimak saja dari dalam kamar. Mengamati bagaimana mereka menemukan solusinya sendiri. Toh, tidak ada sesuatu yang berbahaya dari yang dikerjakan. Dan ternyata justru lebih cepat teratasi dan tenang kembali.

Hari ini boleh kasih badge "Very Good" ya 😉

Selasa, 24 Maret 2020

TANTANGAN 30 HARI: MENGELOLA MARAH (Day 1)

Ditantangan 30 hari ini, saya mencoba untuk mengelola kemarahan saya. Karena merasa selama ini masih mudah tersulut. Kadang membuat saya tidak objektif.

Tantangan hari ini meluruskan jadwal ngaji kakak selama libur KLB Corona. Dihari biasa, kakak mengaji setiap sore jam 15.30 sampai dengan 16.30 di TPQ. Saat ini digantikan ngaji dirumah. Sesuai kesepakatan, kakak meminta ngaji dijam yang sama.

Tetapi beberapa hari ini, kesepakatan selalu diingkari. Ada saja alasan kakak. Sampai dengan hari ke 4, saya masih memberi toleransi meskipun sebenarnya sudah mulai naik ke ubun-ubun 😣.

Hari ini hari ke 5, kembali kakak mengulur waktu, dari sore sehabis ashar berubah meminta sehabis maghrib. Magrib kembali diingatkan. Jawaban sebentar lagi yang didapat. Ok, saya mulai menarik napas dalam-dalam. Sampai setelah isya', ketika adik-adiknya harus ditidurkan justru kakak memaksa untuk mengaji bersama saya.
Saya meminta untuk mengaji sendiri dulu dan akan saya dengarkan tapi ditolaknya 😢.

Sebenarnya si emak ini sudah juengkel, maunya ngomel, dana suara pun mulai meninggi. Alhamdulillah, masih ingat dengan niat puasa hari ini, no ngomel 30 hari kedepan 😊.

Emak ini mundur, mlipir dulu sambil tarik napas. Masuk kamar, cari yang adem-adem, nyalakan AC 😂. Lanjut dulu tidurkan adik-adiknya. Sambil berpikir harus bagaimana setelah ini. Dan akhirnya setelah si adik tertidur, kembali mencoba berbicara dengan kakak. Membuat kesepakatan baru. Dan apa konsekuensinya jika tidak dilaksanakan. Done, ngaji dirubah sehabis maghrib. Jadwal ngaji yang sudah terlewati harus dirapel juga.

Evaluasi hari ini, masih butuh perbaikan mengendalikan diri terutama ucapan. Nada bicara masih sering meninggi. Emak masih butuh banyak inhale exhale 😝.